Metroetam.com – Transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan industri travel umroh di Indonesia. Pemanfaatan media sosial tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga media edukasi yang mampu menjangkau calon jamaah dari berbagai daerah. Strategi inilah yang berhasil diterapkan Mudah Ke Baitullah (MKB) hingga mampu memperluas pasar ke seluruh Indonesia.
CEO Mudah Ke Baitullah, Sujianto, mengatakan kehadiran media sosial telah mengubah cara masyarakat mencari informasi mengenai perjalanan umroh. Melalui konten edukatif dan komunikasi yang lebih dekat dengan calon jamaah, kepercayaan masyarakat terhadap layanan MKB terus meningkat.
“Alhamdulillah melalui wasilah media sosial, jamaah kami yang semula hanya berada di area Jawa Tengah dan DIY, saat ini sudah pernah memberangkatkan jamaah dari seluruh pulau besar di Indonesia. Bahkan jamaah terjauh berasal dari Sabang dan Merauke,” kata Sujianto.
Menurutnya, media sosial bukan sekadar sarana promosi, tetapi menjadi ruang interaksi yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi sebelum memutuskan berangkat ke Tanah Suci. Karena itu, Mudah Ke Baitullah secara rutin mengadakan siaran langsung melalui TikTok untuk menjawab berbagai pertanyaan calon jamaah.
“Jamaah bisa mendaftar langsung melalui website Mudahkebaitullah.com atau dibantu customer service kami selama 24 jam non stop. Selain itu, masyarakat juga dapat bertanya langsung mengenai berbagai fasilitas melalui live TikTok yang kami lakukan secara rutin pada jam-jam tertentu,” ujarnya.
Pendekatan digital tersebut terbukti berdampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan. Sejak berdiri, Mudah Ke Baitullah telah memberangkatkan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, baik melalui layanan langsung maupun kerja sama antarbiro perjalanan.
“Secara total sejak Mudah Ke Baitullah berdiri, kami telah memberangkatkan sekitar 6.000 hingga 6.500 jamaah. Jumlah itu belum termasuk pemberangkatan Business to Business (B2B) yang kami luncurkan untuk membantu agen kecil dan travel baru yang masih berkembang,” jelas Sujianto.
Ia menuturkan, program B2B menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem bisnis travel umroh nasional. Melalui skema tersebut, agen perjalanan yang belum memiliki kapasitas operasional tetap dapat memberikan layanan kepada masyarakat dengan dukungan Mudah Ke Baitullah.
“Kami ingin bertumbuh bersama. Karena itu, kami membuka layanan B2B agar agen kecil maupun travel yang baru berkembang bisa memiliki kesempatan melayani jamaah dengan standar pelayanan yang baik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Mudah Ke Baitullah juga terus menghadirkan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar. Salah satu yang paling diminati adalah paket umroh 32 hari dengan program Arbain, yang hingga kini menjadi paket terlaris perusahaan.
“Paket umroh yang saat ini best seller adalah umroh 32 hari dengan program Arbain. Selain itu, setiap bulan kami juga menghadirkan tema perjalanan berbeda seperti Manasik Haji, Berkuda, Thaif, hingga Al Ula agar jamaah mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan,” tutur Sujianto.
Tidak hanya menyasar jamaah yang menginginkan program jangka panjang, Mudah Ke Baitullah juga menyediakan paket umroh 16 hari dengan konsep ekonomis yang banyak dipilih pensiunan dan keluarga.
“Dengan harga yang sangat ekonomis, jamaah tetap memperoleh waktu ibadah yang lebih lama karena kami melakukan efisiensi pada aspek yang tidak esensial tanpa mengurangi kenyamanan selama perjalanan,” katanya.
Sujianto menambahkan, kepercayaan masyarakat hanya dapat dipertahankan melalui pelayanan yang konsisten dan keterbukaan informasi kepada jamaah. Karena itu, seluruh biaya perjalanan disampaikan secara transparan sejak awal.
“Semua paket kami tidak ada hidden fee yang menjebak. Semua biaya transparan di depan sehingga jamaah mengetahui dengan jelas hak yang akan diterima sesuai akad dalam setiap paket perjalanan,” pungkasnya. (Mj)






