Metroetam.com, Nusantara – Upaya menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota yang menyatu dengan alam terus menunjukkan hasil. Hingga pertengahan 2026, kawasan ibu kota baru telah mencatat penghijauan seluas 8.947,55 hektare dengan lebih dari lima juta tanaman yang tumbuh di berbagai titik pengembangan.
Capaian tersebut kembali diperkuat melalui kegiatan penanaman 1.200 pohon di kawasan Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Selasa (7/7/2026). Aksi yang melibatkan lebih dari seribu peserta itu menjadi bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara sejak awal dirancang dengan prinsip konservasi alam. Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau dan kawasan hutan menjadi elemen penting dalam mewujudkan ibu kota masa depan.
“Kami tidak ingin penanaman pohon hanya menjadi kegiatan seremonial. Yang kami lakukan adalah menjaga lingkungan sekaligus melakukan konservasi alam secara berkelanjutan,” kata Basuki.
Ia menjelaskan, program rehabilitasi lahan terus berjalan seiring pembangunan berbagai fasilitas di IKN. Karena itu, kegiatan penghijauan akan menjadi agenda rutin agar karakter kota hutan tetap terjaga.
“Lebih dari lima ribu hektare sudah kita tanam. Hari ini kita melanjutkan penanaman kembali di Embung G sebagai bagian dari komitmen tersebut,” ujarnya.
Sebanyak 17 jenis tanaman ditanam dalam kegiatan itu, mulai dari tanaman kayu, Multi Purpose Tree Species (MPTS), hingga tanaman estetika. Keberagaman jenis tanaman dipilih untuk mendukung fungsi ekologis sekaligus memperkaya vegetasi di kawasan ibu kota.
Basuki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari pembangunan Nusantara. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Selamat datang dan bergabung dalam dream team Ibu Kota Nusantara. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat komitmen kita menjaga lingkungan di IKN,” tuturnya.
Semangat itu terlihat dari kehadiran pegawai Otorita IKN, PT ITCI Hutani Manunggal, SMA Taruna Nusantara, Polresta IKN, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, hingga masyarakat yang bersama-sama menanam pohon.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra Malau, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi kesempatan untuk belajar langsung mengenai pembangunan berkelanjutan.
“IKN memberikan gambaran bahwa sebuah kota modern tetap dapat dibangun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
Sementara itu, peserta dari Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), Diana, mengaku optimistis konsep kota hijau yang diterapkan di IKN akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.
“Saat melihat langsung, saya merasa kawasan ini jauh lebih hijau dari yang saya bayangkan. Semoga kondisi seperti ini terus dipertahankan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Kesan positif juga disampaikan Mike Davidson, host serial media internasional How Did They Fix That? asal Kanada. Menurutnya, kolaborasi ribuan peserta dalam kegiatan penghijauan menunjukkan keseriusan Indonesia membangun ibu kota yang berorientasi pada masa depan.
“Saya melihat semangat luar biasa dari semua peserta. Nusantara bukan hanya indah, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan benar-benar diwujudkan. Itu sangat mengesankan,” pungkasnya. (Mj)






