Krisis Air Melanda Kaltim, Muhammadiyah Serukan Gerakan Bersama

Ketua PWM Kaltim, KH Muhammad Jafron. (Foto: istimewa)

Metroetam.com, Samarinda –   Kekeringan yang berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai menjadi perhatian serius. Tidak hanya meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi tersebut juga berisiko mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Situasi itu membuat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyerukan gerakan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Bantuan air bersih, layanan kesehatan hingga penanganan karhutla dinilai perlu dilakukan secara bersamaan.

“Kekeringan dan karhutla ini merupakan musibah yang membutuhkan respons cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” kata Ketua PWM Kaltim KH Muhammad Jafron.

Muhammadiyah meminta jaringan organisasinya tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi mengambil peran langsung di lapangan. Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, serta unsur Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting didorong mengidentifikasi kebutuhan warga dan menyalurkan bantuan sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Bantuan kemanusiaan harus berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar korban, termasuk hak atas air bersih, pangan, dan layanan kesehatan,” ujar Jafron.

Persoalan air menjadi salah satu fokus utama. Muhammadiyah mengajak masyarakat yang mempunyai sumber air, sumur bor, kendaraan tangki, maupun kemampuan finansial untuk ikut membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ajakan tersebut dikemas melalui Gerakan Shodaqoh Air, yakni gerakan berbagi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diharapkan tidak berhenti pada pemberian air, tetapi dikelola secara terkoordinasi agar distribusinya menjangkau kawasan yang paling membutuhkan.

“Air merupakan kebutuhan pokok. Karena itu, masyarakat yang memiliki kelebihan sumber daya air maupun dana kami ajak untuk ikut membantu,” kata Jafron.

BACA  Pelabuhan Semayang Catat Rekor Baru: 2.002 Penumpang Tiba dalam Sehari Saat Arus Balik Lebaran 2025

Di tengah ancaman kekeringan, bahaya lain juga mengintai. Lahan yang mengering membuat risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat. Jika kebakaran terjadi, persoalan baru dapat muncul berupa asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Karena itu, Muhammadiyah juga menyerukan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Upaya pemadaman, menurut seruan tersebut, perlu dilakukan bersama pihak terkait dengan tetap mengedepankan keselamatan warga dan petugas.

“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan karhutla,” tegas Jafron.

Untuk menghadapi dampak bencana, posko kesehatan dan logistik juga dinilai penting. Keberadaan posko dapat menjadi titik koordinasi untuk memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak asap maupun mengalami kekurangan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.

Muhammadiyah juga mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada kondisi darurat. Upaya menjaga lingkungan dan memperkuat mitigasi harus berjalan bersamaan agar risiko bencana serupa dapat ditekan pada masa mendatang.

“Mitigasi bencana harus dilakukan berbasis ilmu pengetahuan. Menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi bencana,” ungkap Jafron.

Selain gerakan sosial, PWM Kaltim mengajak umat Islam melakukan ikhtiar keagamaan dengan memperbanyak istigfar, bertobat dan berdoa. Pelaksanaan salat istisqa juga diserukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

“Dalam kondisi kemarau panjang, umat Islam dapat melaksanakan shalat istisqa berjamaah serta memperbanyak doa dan istigfar,” tutur Jafron.

PWM Kaltim menilai penanganan kekeringan tidak mungkin dilakukan oleh satu kelompok saja. Pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan perlu membangun koordinasi agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Semua pihak perlu bersinergi dalam menghadapi kekeringan, krisis air bersih dan karhutla di Kalimantan Timur,” pungkas Jafron. (MJ)

BACA  Samarinda Kokohkan Semangat Juang Lewat Upacara Hari Pahlawan 2025

Iklan